Pertolongan Pertama Muntah Darah untuk Pencernaan

Pertolongan Pertama Muntah Darah untuk Pencernaan

Pertolongan Pertama Muntah Darah untuk Pencernaan

Muntah darah (hematemesis) menunjukkan gejala saluran pencernaan yang lebih mendominasi seperti nyeri perut, perut bengkak, dan mual.

Penderita muntah darah akan memuntahkan darah terlebih dahulu dan terkadang disertai batuk yang tidak lazim.

Darah yang dikeluarkan pada muntah darah biasanya tidak berlendir dan darah biasanya berwarna merah tua karena telah bercampur dengan asam lambung seperti keracunan makanan.

Jika darah berasal dari pembuluh darah yang pecah di kerongkongan, warna darah tidak setua daripada darah yang berasal dari lambung.

Muntah darah biasanya mengeluarkan isi yang lebih berat karena disertai sisa makanan yang belum sempat diolah oleh lambung. Muntah darah biasanya berasal dari saluran pencernaan yang telah bercampur dengan asam lambung sehingga darah bersifat asam.

Muntah darah tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak bahkan bayi serta dapat mengalami muntah darah. Bayi yang baru lahir hingga seminggu pertama dapat mengalami muntah darah. Jika kondisi bayi terlihat baik-baik saja, orangtua sebaiknya tidak merasa khawatir.

Darah yang dimuntahkan oleh bayi umumnya adalah darah ibu yang tidak sengaja tertelan oleh bayi saat bayi dilahirkan terutama kalau proses persalinannya regular (bukan caesar).

Sebaiknya periksakan bayi ke dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut atau memastikan darah yang dimuntahkan bayi adalah darah si ibu atau bukan.

Dokter akan memeriksanya di laboratorium sehingga dapat dipastikan darah apa yang dimuntahkan si bayi.

Bayi dapat muntah darah karena mengalami sakit yang serius biasanya karena mukosa lambung mengalami erosi akibat kadar hormon kortisol yang tinggi. Peningkatan kadar hormon kortisol pada bayi disebabkan oleh infeksi yang berat.

Muntah darah biasanya dapat serta terjadi karena mimisan akibat pembuluh darah di lapisan hidung pecah sehingga darahnya tertelan dan masuk ke lambung anak, lalu dimuntahkan kembali.

Hematemesis disebabkan oleh penyakit tertentu seperti telapak tangan berkeringat, cedera yang parah biasanya akibat kecelakaan, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Penyebab-penyebab muntah darah berdasarkan asal perdarahan sebagai berikut:

  • Perdarahan yang berasal dari kerongkongan (esophagus) biasanya disebabkan oleh varises esofagus yang timbul akibat sirosis, esofagitis atau peradangan pada esophagus karena penyakit GERD (asam lambung akut), kanker esofagus, dan Sindrom Mallory Weiss, yaitu perdarahan akibat lapisan esofagus atau lambung robek karena adanya tekanan secara tiba-tiba di lambung atau esofagus seperti batuk dan muntah yang terjadi terus menerus.
    Perdarahan yang berasal dari lambung biasanya disebabkan oleh tukak atau luka di lapisan lambung, maag sering muntah, efek samping dari obat aspirin dan OAINS, infeksi bakteri pylori pada lambung, gastritis, tanda tanda asam lambung naik, dan kanker lambung.

Sindrom Dieulafoy serta dapat menyebabkan muntah darah, yaitu kondisi di mana ada arteri yang menonjol dari dinding lambung. Waspadai bahaya muntah darah karena maag kronis.
Perdarahan di usus dua belas jari (duodenum) yang disebabkan oleh Ulkus duodenum dan lapisan duodenum yang meradang.

Hipertensi portal, yaitu sebuah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah portal yang mendistribusikan ke hati.

Penyakit di organ hati seperti gagal hati yang kronis, hepatitis pada pecandu alkohol, dan penyakit kronis yang menyebabkan parut pada sel-sel hati (sirosis hati).

Penyebab umum lainnya seperti jenis jenis keracunan makanan, darah mimisan yang tertelan dan dimuntahkan, kelainan pembuluh darah di saluran pencernaan atas akibat pankreatitis akut, cedera di saluran cerna, dan kanker di daerah lain yang menyebar ke saluran cerna seperti kanker pankreas.

Muntah darah umumnya menimbulkan anemia yang lebih cepat dengan gejala antara lain kulit dan mata memucat, lemah, letih, lesu, jantung berdebar, serta sesak napas.

Para penderita muntah darah biasanya mengalami diare disertai lendir darah atau mengeluarkan tinja yang warnanya berubah menjadi kehitaman.

Konsultasi ke dokter segera untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya. Jika terlambat, muntah darah dapat menyebabkan kematian. Lalu hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama muntah darah?

Dokter akan mendiagnosis keadaan pasien dengan menanyakan riwayat penyakit yang dialami oleh pasien yang muntah darah. Selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan tanda-tanda very important seperti denyut nadi, tekanan darah, dan pernapasan.

Berbagai tes darah biasanya diperlukan untuk menilai kondisi umum pasien. Misalnya, dokter harus mengetahui banyaknya darah yang hilang sehingga dapat menentukan kebutuhan cairan intravena atau transfusi darah atau tidak.

Pemeriksaan darah lainnya dapat membantu untuk melihat fungsi hati jika pasien memiliki sirosis hepatis atau untuk prognosis penyebab lain dari muntah darah.

Setelah mengetahui penyebab muntah darah tentu akan dapat mengobati penyakit utamanya sehingga tidak muntah darah lagi. Berbagai jenis pengobatan membutuhkan keyakinan dan kedisiplinan dari penderita karena hambatan biasanya datang dari diri penderita.

Jika ingin sembuh dari suatu penyakit tentu harus berperang dengan diri sendiri agar disipilin dalam mengonsumsi obat dari dokter hingga kondisi tubuh benar-benar sembuh.

Misalnya, kalau seseorang menderita maag akut sebaiknya makan dengan teratur dan hindari terlambat makan, makanlah dengan porsi kecil tetapi lebih sering, serta tidak konsumsi makanan pedas secara berlebihan.